Langsung ke konten utama

Postingan

Goresan di Dinding (CERPEN)

            Goresan-goresan di dinding itu menganggungku. Dalam kegelapan yang bercampur oleh goresan semburat mentari terbenam , mereka nampak bicara padaku dalam kalimat-kalimat yang tidak mampu aku telaah, menghipnotisku dengan bayang-bayang gelap dan bisikan yang mengancam untuk mengutuk dan membunuh diriku sendiri. Tiga garis membelah miring sebuah dinding, layaknya kuku-kuku monster yang mampu menggores dinding semen setebal 2 inci hingga memperlihatkan bata merah –daging atau otot-tulang tembok di samping pintu. Goresan itu panjangnya tidak lebih dari satu setengah meter dengan lebar hanya sekitar beberapa inci, namun terkadang terlihat begitu besar setiap cahaya redup memapar padanya dan aku merasa mereka sanggup menelanku dan seluruh isi rumah ke dalam celah yang begitu kecil untuk manusia. Dan itu sangat menghantuiku. Sudah beberapa waktu goresan itu tinggal di sana. Di sudut paling depan rumah, dinding yang dibelakangi setiap manusia yang masuk...

Maling Maut (CERPEN)

  Malam tidak pernah mengikari janji. Selalu datang ketika mentari terbenam, menyenangkan karena kepastiannya. Jauh dari manusia yang sulit dimengerti, tidak tertebak, dan banyak maunya. Sepertiku, maling terkenal tidak kenal ampun. ‘Maling Maut.’ Begitu Romi pemabuk kampung sebelah menjuluki aku. Ngawur memang itu orang. Karena aku beraksi sendirian dan tidak pernah tertangkap. “Bak Maut yang pasti datang tanpa ada yang tahu, barang pasti hilang dalam tanganmu!” begitu pernyataannya penuh rasa bangga. Romi adalah satu-satunya orang yang tahu profesiku ini, pun bukan karena aku berbagi rahasia dengannya. Hanya kebetulan dia memergoki aku sedang menggenggam kalung emas milik Cik Siska, perempuan kaya tukang pamer dari RT sebelah. Sore itu, aku mengayuh sepeda untuk pulang dari taman kota. Di saat senggangku dari profesi, teman-teman dan warga di kampung tempat tinggalku hanya tahu kalau aku seorang pelukis. Aku memang sangat suka melukis, di manapun dan kapanpun. Dan sore itu aku ...